iklan

Pilihan OK

Jumat, 27 Januari 2012

MAF


I . Pengertian
MAF alias Mass Air Flow adalah sebuah alat untuk mengukur jumlah udara (mass) yang masuk kedalam sistem pembakaran. Jumlah udara yang masuk ini wajib diukur karena penting bagi kinerja ECU (Engine Control Unit) yang akan mengatur keseimbangan rasio antara udara dan bahan bakar, atau disebut juga AFR (Air to Fuel Ratio)
Memiliki banyak llitan kawat dengan aliran listrik voltase rendah yg menghasilkan panas pada kawat. Saat throthle / (gas istilah bengkel) terbuka maka sesaat ada aliran udara yang lebih deras melewati kawat. Sensor kawat yg sangat sensitive melihat adanya penurunan temperatur/panas kawat. Maka sensor memberikan tambahan voltage kepada kawat agar temperatur konstan. Selisih voltage yg ditambahkan inilah yg dikonversi ecu dalam itungan microdetik menjadi semprotan bensin pada injector yg lebih besar.
Kalau kawat kotor, akan berpengaruh kepada pembacaan sensor oleh ecu.
Sensor ini umumnya berada di atas boks filter udara yang mengarah ke Throttle Body dan sensor udara ini bisa menjadi kotor terutama bila anda telah mengganti filter udara anda dengan yang oiled filter. Oiled filter ini biasanya ditemukan pada open air filter atau replacement filter seperti merk-merk JFC/Simota/K&N, dll. Sensor yang kotor akan memperbesar tingkat kesalahan membaca yang berujung pada terganggunya kinerja mesin. Bisa jadi lebih boros dan kekurangan tenaga alias ngempos
MAF sensor terbagi atas tiga type
1.      Measuring Plat Type
2.      Measuring Core Type
3.      Heat Resistor Type.
1.1  Measuring plat type.
Sensor ini terdiri dari plat pengukur, pegas pengembali dan potensiometer. Udara yang masuk ke intake air chamber akan dideteksi dengan gerakan membuka dan menutupnya plat pengukur. Plat pengukur ini ditahan oleh sebuah pegas pengembali.Plat pengukur dan potensiometer bergerak pada poros yang sama, sehingga sudut membukanya plat pengukur akan merubah nilai tahanan potensiometer
Variasi nilai tahanan ini akan dirubah menjadi output voltase sensor ke ECM sebagai dasar untuk menentukan banyaknya jumlah udara yang masuk ke intake air chamber
1.2  Measuring core type.
Air flow meter tediri dari inti pengukur, pegas pengembali, potensiomete, rumah dan lain-lain. Terpasang diantara saringan udara dan intake manifold. Sensor ini mendeteksi jumlah uadara yang masuk ke dalam mesin dan mengirim informasi ke ECM sebagai sinyal voltase. ECM menggunakan sinyal ini sebagai salah satu input ke ECM untuk mengontrol besaran penginjeksian.
Measuring core bergerak kea rah samping sebanding dengan jumlah udara yang masuk. Pada posisi tersebut atau jumlah udara yang masuk dideteksi oleh potensiometer yang dipasang pada measuring core.Pada type ini, sensor jumlah udara masuk menjadi satu unit dengan sensor temperature udara masuk. Voltase referensi 5 volt dari ECM digunakan pada sensor jumlah masuk dan sensor temperature udara masuk.Ketika slider potensiometer bergerak melalui resistor sesuai dengan jumlah udara masuk (besarnya aliran udara masuk) sinyal voltase yang keluar ke ECM bevariasi sesuai pergerakan slider.
1.3  Heat resistor type.
semua jenis kendaraan efi/epi. Head resistor mempunyai sifat dapat berubah nilai tahanannya apabila temperature di permukaan resistor berrubah. Perubahan temperature pada permukaan resistor diakibatkan oleh gerakan aliran udara yang melewati permukaan heat resistor.
Variasi tahanan ini akan  dirubah dalam bentuk variasi voltase yang akan dikirim ke ECM sebagai dasar untuk menentukan banyaknya udara yang masuk ke intake air chamber. Sensor type ini biasanya terdapat 3 jenis kabel yaitu kabel input dari ECM (12 volt), output dari sensor ke ECM (variasi 0 – 5 volt), dan kabel massa sensor yang akan dimassakan ke bodi kendaraan.
A.    MAF PADA HONDA

MAF Sensor itu berada di atas boks filter udara yang mengarah ke Throttle body, istilahnya, dialah yang jadi detektor dan frontliner dari ECU untuk membaca berapa perbandingan fuel mass dan air mass yang harus dimasukin ke ruang bahan bakar (kalau seandainya dia kotor, pasti pembacaan ECU juga ngawur sehingga rpm mobil jadi naik turun, performa turun, dan boros bbm).
Prinsipnya lebih sederhana cuma butuh arus listrik lumayan besar.
Ada kawat platina yang sengaja dibuat memancarkan panas. Kemudian didekatnya dipasang sensor suhu (thermistor).
Jika ada udara mengalir melalui si kawat platina tadi.. tentunya kawat akan mengalami penurunan suhu  yang dideteksi oleh thermistor, maka si modul kontrol MAF sensor ini akan menghasilkan suatu besaran listrik ke ECU.
Makin deras aliran udara, maka kawat platina akan lebih dingin kemudian output ke ECU akan besar.

2.      CARA MERAWAT MAF

Di bagian kanan ujung (yang ditandai buletan), itulah yang namanya sensor MAF.pelan pelan tarik socket yang menghubungkan MAF dengan ECU (emang agak seret, kalau kelewat seret)










ambil philips screwdriver untuk membuka.






kalau sudah kebuka, simpan baut tersebut di tempat yang aman (yang gampang di kantong lah). Nah, untuk rupa si MAF sendiri (pas lagi kotor-kotornya) adalah seperti ini:




 


Nah,liat bagian yang item kotor kan? Itu bagian yang kita bersihin menggunakan alat alat ini:




Tuang alkohol ke kapas perlahan lahan, terus gulung si kapas sampe menyerupai kerucut atau bentuk lain sesuai selera anda, yang penting bisa menjangkau sensor yang saya kasih buletan tadi, pelan pelan bersihin deh itu sensor memakai kapas yang udah dibasahin alkohol.
Selesai membersihkan dengan alkohol, jangan lupa pakai kapas yang bersih lagi untuk membersihkan sisa sisa alkohol yang nempel. Setelah itu pasang vacuum cleaner dengan posisi terbalik, sehingga bersifat “blow” bukan posisi “vacuum” jadi si vacuum cleaner kita fungsikan sebagai blower.
Nah, nyalain deh si vacuum cleaner, dengan hati hati arahkan ke sensor dengan jarak kira kira 30cm dari sensor. Itu sensor yang di luar.Kalau anda lihat,di bagian samping sensor yang baru kita bersihkan itu ada lubang yang di dalamnya ada sensor juga. Nah, pelan pelan juga, tiup sensor itu menggunakan vacuum cleaner yang udah kita ubah jadi blower tadi. Kenapa saya nggak bersihin pake alkohol juga? Karena bagian itu -yang saya liat- adalah sensor berbentuk kawat yang sangat rentan terhadap kerusakan. Karena nggak ada electronic cleaner, saya putuskan untuk meniupnya saja memakai vacuum cleaner.
Nah udah selesai niup nya, mari kita liat sekarang penampilan si MAF:











Setelah proses semua selesai, kembalikan lagi dengan hati hati si MAF ke tempatnya semula


Sekaran anda sudah membersihkan MAF Sensor Vios, New Vios




Kamis, 10 November 2011

Overhaul Rem Belakang Kijang Super

Pada praktek industri yang telah dilaksanakan oleh penulis di bengkel Mega Merapi, sering dapat masalah mengenai sistem rem yang bekerja kurang sempurna. Langkah-langkah perbaikan pada rem belakang Kijang Super adalah sebagai berikut:

1.      PEMBONGKARAN
1)      Menyiapkan toolbox peralatan
2)      Parkir kendaraan pada lantai yang bersih dan rata
3)      Lepaskan tutup hub dan tempatkan di atas lantai yang bersih
4)      Kendorkan baut-baut roda dengan kunci roda
5)      Dongkrak bagian belakang kendaraan menggunakan dongkrak hidrolik, kemudian pasang jack stand.
6)      Lepaskan mur roda dan roda belakang
7)      Lepaskan tromol rem yang terpasang pada flens poros yang ditahan dengan skrup atau mur
8)      Lepas tuas rem tangan sehingga tromol dapat dilepas
9)      Jika berkarat, bersihkan bagian pemusat pada flens roda dengan kertas gosok dan beri oli untuk memudahkan pelepasan tromol.
10)  Apabila tromol tidak dapat dilepas dengan tangan, tarik tromol dengan memakai sekrup pada lubang – lubang ulir yang tersedia untuk pelepasan. Putar sekrup ( biasanya M8 ) bergantian setiap satu putaran kedalam sampai tromol terlepas

Gambar 1. Cara melepas tromol
11)  Apabila masih tetap tidak bisa, maka pukul tromol dengan pukulan ringan dengan menggunakan palu baja sampai tromol terlepas

Gambar 2. Cara melepas tromol
12)  Lepas spring retainers dengan menggunakan SST, kemudian lepas pegas penekan.


Gambar 3. Melepas pegas penekan
13)  Lepas pegas pembalik  dengan menggunakan kunci SST, ketika melepas pegas pembalik harus berhati-hati agar tidak merusak karet penutup silinder roda

Gambar 4.Melepas pegas pembalik
14)  Lepas sepatu rem
15)  Lepas Automatic adjust lever

Gambar 5.cara melepas Automatic adjust lever
16)  Melepas tuas rem parkir

Gambar 6.melepas tuas sepatu rem parkir
17)  Melepas  silinder roda
-        Lepaskan hubungan pipa saluran minyak rem dari silinder roda
-        Lepaskan baut-baut yang mengikatkan silinder pada piring jangkarnya. Angkat dan keluarkan silinder roda

2.      PEMERIKSAAN
Setelah semua komponen terlepas kemudian kita lakukan pemeriksaan pada komponen-komponen sistem rem tromol pada roda belakang. Pemeriksaan yang kita lakukan antara lain:
1)      Memeriksa ketebalan kanvas rem
a)      Gunakan penggaris untuk mengukur ketebalan pelapis sepatu rem.

Gambar 7. Memeriksa ketebalan pelapis sepatu rem
             b) Periksa tebal kanvas. Jika kurang dari 1,5 mm, atau keling kanvas sudah  
                  tercoret, kanvas harus diganti baru.
                       c) Periksa permukaan kanvas. Kalau permukaannya keras dan berkilat, nilai geseknya 
                            kurang. Kanvas harus digosok atau diganti baru agar tercapai efektifitas rem yang 
                            normal.
                       d) Untuk mengatasi kanvas rem yang kotor karena terkena cairan minyak rem harus 
                            dicuci terlebih dahulu dengan air bersih, setelah benar-benar bersih keringkan dengan 
                            udara dari kompresor atau dijemur. Setelah benar-benar kering, amplas permukaan 
                            kanvas sampai permikaan terlihat buram atau berkilat lemah.
                        e) Permukaan yang buram atau berkilat lemah menunjukkan kondisi kanvas yang normal. 
                            Tidak perlu digosok

          f) Bila ketebalan sepatu rem sama atau kurang dari minimum, atau bila ada keausan yang      
              parah (keausan tidak merata) maka harus diganti.
        g)  Bila mengganti sepatu rem, harus diganti semua untuk mempertahankan pengereman 
              yang merata.
1)      Pemeriksaan tromol rem
Periksa permukaan gesek pada tromol rem. Bila berwarna abu – abu sampai hitam, atau berkarat, nilai gesekannya kurang.Maka permukaan harus dibersihkan dengan amplas, atau lebih baik dengan dibubut / digerinda.

Gambar 8. pemeriksaan permukaan tromol
1)      Memeriksa Silinder Roda
a)  Periksa kebocoran pada silinder roda. Jika ada, silinder roda yang diperiksa harus dioverhaul atau diganti baru.

Gambar 9.pemeriksaan kebocoran silinder roda

b)   Untuk memeriksa kebocoran, lihat juga bagian dalam karet pelindung debu silinder rem.

Gambar 10. Memeriksa silinder roda
c)      Periksa karet pistonnya, apabila sudah kendor maka harus segera diganti
d)     Periksa rangka silinder roda,
·  Apabila kotor atau sedikit berkarat, maka cukup dengan diamplas
·  Apabila sudah tergores dan diameternya sudah terlalu besar, maka perlu diganti silinder rodanya

2)      Pemeriksaan Master Silinder
a)      Periksa seluruh komponen-komponen pada master silinder.
b)      Setelah semua komponen dikeluarkan, rendam dengan alkohol sehingga bersih dari noda-noda minyak rem.
c)      Keringkan dengan kain lap bersih, kemudian lubang silinder ditiup dengan udara pengering dari kompresor.
d)     Periksa keadaan lubang silinder, bila sudah ada bagian-bagian yang cacat, harus dihaluskan lagi menggunakan batu “hon”.

Gambar 11. Membersihkan lubang silinder
e)      Periksa pula kebebasan torak didalam silinder dengan menggunakan feeler gauge. Kebebasan ini berada sekitar 0.001-0.005 inchi. Jika melebihi 0.005 inchi, maka silindernya harus diganti. Setiap kali memperbaiki master silinder, mangkuk-mangkuk karetnya hendaknya diganti baru, karena hal ini akan mempengaruhi kerja dari sistem rem secara keseluruhan.

Gambar 12.memeriksa kebebasan torak
3)      Periksa Pegas-Pegas Pengembali
Apabila pegas pengembali sudah kendor dan tidak bertekanan lagi, maka pegas pengembali harus diganti dengan yang baru
4)      Periksa Pipa Minyak Rem
Apabila terjadi kebocoran, maka kebocoran tersebut perlu ditambal atau diganti.


1.      PEMASANGAN
Pada saat pemasangan urutanya berkebalikan dengan langkah pembongkaran. Adapun langkah-langkah pemasangan sebagai berikut:
1)      Memasang tuas rem parkir
2)      Memasang silinder roda
Mengencangkan kedua baut penahan dengan rangka rem tromol
3)      Memasang sepatu rem
Salah satu ujung sepatu rem dipasang pada silinder roda, dan ujung lainnya dipasang pada baut penyetelan
4)      Memasang pegas penekan sepatu rem

Gambar 13.Memasang pegas penekan
5)      Memasang pegas pembalik sepatu rem
Hubungkan kedua sepatu rem dengan menggunakan pegas pembalik.
Biasanya setelah sepatu rem terpasang dilakukan pemeriksaan jarak kerenggangan sepatu rem dengan bagian tepi backing plate dengan menggunakan ujung jari agar jaraknya sama pada seluruh permukaan kanvas rem.

6)      Memasang tromol rem
Gambar 14.Memasang tromol
7)      Memasang pipa minyak rem
8)      Mengatur jarak kerenggangan sepatu rem dengan tromol
Mengaturnya melalui lubang pada piringan rem. Lubang – lubang tersebut biasanya tertutup dengan karet.

Gambar 15.Mengatur jarak kerengganga sepatu rem
9)      Mengisi minyak rem kedalam tabung reservoir
10)  Mengeluarkan udara dari saluran pipa rem (Air Bleeding)
Langkah-langkah untuk membuang udara (bleeding) dari saluran rem hidrolik, yaitu dengan cara sebagai berikut:
a)  Periksa dan bersihkan semua kotoran yang lengket pada bagian luar piring jangkar rem (blacking plate), sehingga katup buang akan terlihat dengan jelas.
b) Sambungkan ujung slang bening ke katup buang. Kemudian ujung yang lain dimasukkan ke dalam sebuah botol yang sebelumnya sudah diisi sedikit dengan minyak rem.
c)  Bersihkan bagian luar silinder utama lalu buka tutup lubang pengisiannya. Isikan minyak rem sampai hampir penuh. Dengan menggunakan kunci pas, longgarkan sekrup katup buang kira-kira ¾ putaran. Ujung slang dalam botol harus tenggelam dibawah permukaan minyak rem.
d) Tekan pedal rem perlahan-lahan sampai menyentuh lantai. Gerakan ini akan mendorong gelembung-gelembung udara keluar dari saluran rem silinder roda.
e)  Keraskan dan tutup kembali sekrup katup buang lalu lepaskan pedal rem.
f)  Lakukan cara ini berulang-ulang, sampai tidak terlihat lagi gelembung udara yang dapat dilihat dengan jelas melalui slang bening.
11)  Memasang roda
Pasang roda , kemudian kencangkan mur roda dengan impack
12)  Melepas jack stand
Dilakukan dengan cara mendongkrak mobil terlebih dahulu.
Setelah dongkrak dilepas, periksa kekencangan mur roda  dengan menggunakan kunci roda untuk menjamin  keamanan pengendara.