iklan

Pilihan OK

Kamis, 10 November 2011

Overhaul Rem Belakang Kijang Super

Pada praktek industri yang telah dilaksanakan oleh penulis di bengkel Mega Merapi, sering dapat masalah mengenai sistem rem yang bekerja kurang sempurna. Langkah-langkah perbaikan pada rem belakang Kijang Super adalah sebagai berikut:

1.      PEMBONGKARAN
1)      Menyiapkan toolbox peralatan
2)      Parkir kendaraan pada lantai yang bersih dan rata
3)      Lepaskan tutup hub dan tempatkan di atas lantai yang bersih
4)      Kendorkan baut-baut roda dengan kunci roda
5)      Dongkrak bagian belakang kendaraan menggunakan dongkrak hidrolik, kemudian pasang jack stand.
6)      Lepaskan mur roda dan roda belakang
7)      Lepaskan tromol rem yang terpasang pada flens poros yang ditahan dengan skrup atau mur
8)      Lepas tuas rem tangan sehingga tromol dapat dilepas
9)      Jika berkarat, bersihkan bagian pemusat pada flens roda dengan kertas gosok dan beri oli untuk memudahkan pelepasan tromol.
10)  Apabila tromol tidak dapat dilepas dengan tangan, tarik tromol dengan memakai sekrup pada lubang – lubang ulir yang tersedia untuk pelepasan. Putar sekrup ( biasanya M8 ) bergantian setiap satu putaran kedalam sampai tromol terlepas

Gambar 1. Cara melepas tromol
11)  Apabila masih tetap tidak bisa, maka pukul tromol dengan pukulan ringan dengan menggunakan palu baja sampai tromol terlepas

Gambar 2. Cara melepas tromol
12)  Lepas spring retainers dengan menggunakan SST, kemudian lepas pegas penekan.


Gambar 3. Melepas pegas penekan
13)  Lepas pegas pembalik  dengan menggunakan kunci SST, ketika melepas pegas pembalik harus berhati-hati agar tidak merusak karet penutup silinder roda

Gambar 4.Melepas pegas pembalik
14)  Lepas sepatu rem
15)  Lepas Automatic adjust lever

Gambar 5.cara melepas Automatic adjust lever
16)  Melepas tuas rem parkir

Gambar 6.melepas tuas sepatu rem parkir
17)  Melepas  silinder roda
-        Lepaskan hubungan pipa saluran minyak rem dari silinder roda
-        Lepaskan baut-baut yang mengikatkan silinder pada piring jangkarnya. Angkat dan keluarkan silinder roda

2.      PEMERIKSAAN
Setelah semua komponen terlepas kemudian kita lakukan pemeriksaan pada komponen-komponen sistem rem tromol pada roda belakang. Pemeriksaan yang kita lakukan antara lain:
1)      Memeriksa ketebalan kanvas rem
a)      Gunakan penggaris untuk mengukur ketebalan pelapis sepatu rem.

Gambar 7. Memeriksa ketebalan pelapis sepatu rem
             b) Periksa tebal kanvas. Jika kurang dari 1,5 mm, atau keling kanvas sudah  
                  tercoret, kanvas harus diganti baru.
                       c) Periksa permukaan kanvas. Kalau permukaannya keras dan berkilat, nilai geseknya 
                            kurang. Kanvas harus digosok atau diganti baru agar tercapai efektifitas rem yang 
                            normal.
                       d) Untuk mengatasi kanvas rem yang kotor karena terkena cairan minyak rem harus 
                            dicuci terlebih dahulu dengan air bersih, setelah benar-benar bersih keringkan dengan 
                            udara dari kompresor atau dijemur. Setelah benar-benar kering, amplas permukaan 
                            kanvas sampai permikaan terlihat buram atau berkilat lemah.
                        e) Permukaan yang buram atau berkilat lemah menunjukkan kondisi kanvas yang normal. 
                            Tidak perlu digosok

          f) Bila ketebalan sepatu rem sama atau kurang dari minimum, atau bila ada keausan yang      
              parah (keausan tidak merata) maka harus diganti.
        g)  Bila mengganti sepatu rem, harus diganti semua untuk mempertahankan pengereman 
              yang merata.
1)      Pemeriksaan tromol rem
Periksa permukaan gesek pada tromol rem. Bila berwarna abu – abu sampai hitam, atau berkarat, nilai gesekannya kurang.Maka permukaan harus dibersihkan dengan amplas, atau lebih baik dengan dibubut / digerinda.

Gambar 8. pemeriksaan permukaan tromol
1)      Memeriksa Silinder Roda
a)  Periksa kebocoran pada silinder roda. Jika ada, silinder roda yang diperiksa harus dioverhaul atau diganti baru.

Gambar 9.pemeriksaan kebocoran silinder roda

b)   Untuk memeriksa kebocoran, lihat juga bagian dalam karet pelindung debu silinder rem.

Gambar 10. Memeriksa silinder roda
c)      Periksa karet pistonnya, apabila sudah kendor maka harus segera diganti
d)     Periksa rangka silinder roda,
·  Apabila kotor atau sedikit berkarat, maka cukup dengan diamplas
·  Apabila sudah tergores dan diameternya sudah terlalu besar, maka perlu diganti silinder rodanya

2)      Pemeriksaan Master Silinder
a)      Periksa seluruh komponen-komponen pada master silinder.
b)      Setelah semua komponen dikeluarkan, rendam dengan alkohol sehingga bersih dari noda-noda minyak rem.
c)      Keringkan dengan kain lap bersih, kemudian lubang silinder ditiup dengan udara pengering dari kompresor.
d)     Periksa keadaan lubang silinder, bila sudah ada bagian-bagian yang cacat, harus dihaluskan lagi menggunakan batu “hon”.

Gambar 11. Membersihkan lubang silinder
e)      Periksa pula kebebasan torak didalam silinder dengan menggunakan feeler gauge. Kebebasan ini berada sekitar 0.001-0.005 inchi. Jika melebihi 0.005 inchi, maka silindernya harus diganti. Setiap kali memperbaiki master silinder, mangkuk-mangkuk karetnya hendaknya diganti baru, karena hal ini akan mempengaruhi kerja dari sistem rem secara keseluruhan.

Gambar 12.memeriksa kebebasan torak
3)      Periksa Pegas-Pegas Pengembali
Apabila pegas pengembali sudah kendor dan tidak bertekanan lagi, maka pegas pengembali harus diganti dengan yang baru
4)      Periksa Pipa Minyak Rem
Apabila terjadi kebocoran, maka kebocoran tersebut perlu ditambal atau diganti.


1.      PEMASANGAN
Pada saat pemasangan urutanya berkebalikan dengan langkah pembongkaran. Adapun langkah-langkah pemasangan sebagai berikut:
1)      Memasang tuas rem parkir
2)      Memasang silinder roda
Mengencangkan kedua baut penahan dengan rangka rem tromol
3)      Memasang sepatu rem
Salah satu ujung sepatu rem dipasang pada silinder roda, dan ujung lainnya dipasang pada baut penyetelan
4)      Memasang pegas penekan sepatu rem

Gambar 13.Memasang pegas penekan
5)      Memasang pegas pembalik sepatu rem
Hubungkan kedua sepatu rem dengan menggunakan pegas pembalik.
Biasanya setelah sepatu rem terpasang dilakukan pemeriksaan jarak kerenggangan sepatu rem dengan bagian tepi backing plate dengan menggunakan ujung jari agar jaraknya sama pada seluruh permukaan kanvas rem.

6)      Memasang tromol rem
Gambar 14.Memasang tromol
7)      Memasang pipa minyak rem
8)      Mengatur jarak kerenggangan sepatu rem dengan tromol
Mengaturnya melalui lubang pada piringan rem. Lubang – lubang tersebut biasanya tertutup dengan karet.

Gambar 15.Mengatur jarak kerengganga sepatu rem
9)      Mengisi minyak rem kedalam tabung reservoir
10)  Mengeluarkan udara dari saluran pipa rem (Air Bleeding)
Langkah-langkah untuk membuang udara (bleeding) dari saluran rem hidrolik, yaitu dengan cara sebagai berikut:
a)  Periksa dan bersihkan semua kotoran yang lengket pada bagian luar piring jangkar rem (blacking plate), sehingga katup buang akan terlihat dengan jelas.
b) Sambungkan ujung slang bening ke katup buang. Kemudian ujung yang lain dimasukkan ke dalam sebuah botol yang sebelumnya sudah diisi sedikit dengan minyak rem.
c)  Bersihkan bagian luar silinder utama lalu buka tutup lubang pengisiannya. Isikan minyak rem sampai hampir penuh. Dengan menggunakan kunci pas, longgarkan sekrup katup buang kira-kira ¾ putaran. Ujung slang dalam botol harus tenggelam dibawah permukaan minyak rem.
d) Tekan pedal rem perlahan-lahan sampai menyentuh lantai. Gerakan ini akan mendorong gelembung-gelembung udara keluar dari saluran rem silinder roda.
e)  Keraskan dan tutup kembali sekrup katup buang lalu lepaskan pedal rem.
f)  Lakukan cara ini berulang-ulang, sampai tidak terlihat lagi gelembung udara yang dapat dilihat dengan jelas melalui slang bening.
11)  Memasang roda
Pasang roda , kemudian kencangkan mur roda dengan impack
12)  Melepas jack stand
Dilakukan dengan cara mendongkrak mobil terlebih dahulu.
Setelah dongkrak dilepas, periksa kekencangan mur roda  dengan menggunakan kunci roda untuk menjamin  keamanan pengendara.


Rabu, 09 November 2011

Trouble Shooting Rem Belakang Kijang Super

Semua benda yang ada di dunia khususnya dunia teknik ini tidak ada yang lepas dari kerusakan maupun keausan seiring bertambahnya usia pemakain dan seringnya mengalami pekerjaan yang memang harus berakibat pada rusaknya benda tersebut. Demikian juga dalam hal ini adalah unit sistem rem khususnya sistem rem belakang Kijang Super.

Komponen-komponen pada sistem rem belakang sangat penting dan frekuensi penggunaannya sangat sering sehingga sudah sepantasnya mengalami keausan. Bagian dari rem tromol yang sering cepat rusak atau aus adalah kanvas rem. Karena saat terjadinya pengereman kanvas rem bergesekan langsung dengan tromol. Adapun komponen-komponen lain yang sering terjadi kerusakan diantaranya yaitu:


  • Master silinder Berhubungan dengan gangguan master silinder dalam meneruskan tekanan pengereman dari pedal rem ke minyak rem dan gangguan jumlah minyak rem yang mengalir ke pipa. Komponen master silinder yang sering terjadi kerusakan yaitu: permukaan dalam master silinder, seal, dan piston master silinder. 
  • Silinder roda Berhubungan dengan gangguan silinder roda dalam mendorong/ menekan sepatu rem dan kanvas rem. Komponen dalam silinder roda yang sering terjadi kerusakan yaitu: piston, pegas, dan seal. 
  • Tromol Berhubungan dengan kerusakan/keausan pada permukaan sebelah dalam tromol, akibat gesekan dengan kanvas rem. Sehingga terdapat retak-retak, noda berbintik-bintik, goresan-goresan dan bentuk yang tidak standart lagi (oval). 
  • Pipa minyak rem Berhubungan dengan kerusakan/ keausan pada permukaan pipa, yatu terdapat kebocoran pipa, retak pada ujung pipa, dan terdapat lekukan pada permukaan pipa.


Keteledoran pemilik kendaraan (khususnya dalam hal pemeliharaan dan perawatan sistem rem), dapat mengakibatkan gangguan-gangguan atau kerusakan pada sistem rem. Selain itu, juga dapat menyebabkan sistem rem tidak mau bekerja pada waktu diperlukan.